Diberdayakan oleh Blogger.

Rempah – Rempah Penghasil Rupiah, Satu Pohon Cengkeh Bernilai 1-3 Juta Rupiah | Pusat Pupuk Organik Natural Nusantara ( Nasa )


Konsistensi dengan pekerjaan, mau sedikit bersusah payah, hasilnya sangat menyenangkan. Tak perlu petani besar, tak perlu gelar dan titel, bahkan seorang ibu juga bisa raup banyak uang jika mau serius. Tak Percaya ? Kita tengok saja di pinggiran Temanggung saat panen cengkeh sedang berjalan.
Bagi Ambar Munawati (32), musim panen Rempah – Rempahcengkeh kali ini adalah musin yang menyenangkan. Kalau mau ia bisa membeli sedikit tanah, bisa membeli barang – barang kebutuhan rumah tangga dan juga untuk hidup sehari – hari. Pohon – pohon cengkehnya telah memberi buah yang nilainya sangat menggiurkan. Banyak sekali ibu – ibu yang menjadi buruh Phitil. Phitil adalah memisahkan buah cengkeh dari tangkainya. Buruh Phitil ini juga sekaligus buruh petik.
Rejeki dari cengkeh ini juga merupakan berkah tersendiri bagi buruh petik. Ambar bahkan memberi THR untuk para buruhnya. Para buruh menjadi bersemangat kerjanya, sangat ironis jika dibandingkan keadaan dimana ada beberapa perusahaan yang THR-nya saja masih “alot”. “ Semua bisa terjadi karena cengkeh,” kata Ambar dengan penuh senyum.

Rempah – Rempah Penghasil Rupiah, Satu Pohon Cengkeh Bernilai 1-3 Juta Rupiah | Pusat Pupuk Organik Natural Nusantara ( Nasa )

Classic New York-Style Pizza

Italian immigrants brought pizza recipes in the United States, and in the early 1900s so-called New York style pizza is a favorite in the northeastern part of the country. Is characterized by a pastry-making, a form of bark, and a choice of toppings. Many believe that the idea that the high content of minerals in New York City water has a positive effect on the pizza dough!
Traditional New York style pizza is different from other popular styles in its preparation. First, high-gluten flour is used, and the perfect crust, the automatic mixer is usually employed, the dough is not kneaded by hand. Instead, flour, salt, yeast and water are combined, and then beaten on medium speed, then more flour is added and the mixer was allowed to knead the dough for a considerable amount of time (about 15 minutes). No sugar is used as proof the yeast.
Second, the dough may not rise in a warm area, but is formed into a ball and place in a tightly closed container. He then chilled in the refrigerator for about 24 hours and heated just before throwing. New York style pizza dough is invalid, pressed and stretched in a bit thick outer ring and slowly tapered interior that is very thin in the middle.

Bau badan tak sedap Dunia Serasa Kiamat

Bau badan tak sedap Dunia Serasa Kiamat

Bau badan tak sedap dunia serasa kiamat

Menebar bau, menebar malu

Betapa tersiksanya jika seorang berdekatan dengan penebar bau badan disebelahnya, misalnya saat bepergian di dalam bus, kereta api, pesawat, menghadiri acara atau dimanapun. Bukan hanya tetangga sebelah, si penebar bau badan pun merasakan hal yang sama, tak nyaman, kurang percaya diri dan malu. Tenang, penyandang bau badan tak perlu berkecil hati, ada cara untuk menghilangkan atau setidaknya menguranginya.

Bagaimana terjadinya bau badan ?

Bau badan terjadi karena proses pembususkan oleh bakteri bau badan melalui keringat yang dihasilkan oleh kelenjar keringat ( kelenjara apocrine = apokrin ). Keringat yang keluar dari tubuh kita mengandung air, garam dan sisa metabolisme. Proses ini berjalan secara alami.
Jumlah kelenjar apokrin bau badan tidak sama pada setiap orang, ada kalanya seseorang mempunyai kelenjar apokrin lebih banyak daripada orang lain, sehingga produksi keringat lebih banyak, demikian juga jumlah bakteri bau badan lebih banyak sehingga berakibat menyebarkan bau badan lebih besar.
Faktor pendukung bau badan :
  1. Faktor keturunan
  2. Kelebihan berat badan ( kegemukan = obesitas )
  3. Faktor psikis
  4. Minuman keras, merokok, obat-obatan (misalnya : antibiotika )
  5. Makanan ( terlalu banyak mengkonsumsi daging kambing, durian, petai, bawang putih, dll.
  6. Kebersihan badan
  7. Faktor hormonal ( terutama pada masa puber )

Bagaimana grece bekerja mengatasi bau badan ?

Bau badan tak sedap Dunia Serasa Kiamat

Virexi


Natural VIREXI merupakan produk pengendali hama ulat grayak dari PT. Natural Nusantara.Natural VIREXI efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua ), tidak mengganggu musuh alami lain, mudah menyebar, aman bagi manusia, hewan dan lingkungan, serta mendukung pertanian berkelanjutan.Sasarannya spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera exigua pada tanaman Bawang Merah, Bawang Daun, dan Bawang putih.


Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca di brosure Natural Virexi

Varietas Lokal, Mutu Varietas Unggulan

Varietas Lokal, Mutu Varietas Unggulan


Adalah M. Husni seorang petani PHT (Pengamat Hama Tanaman) di Kecamatan Krenjengan. Dirinya tertarik dengan produk pertanian NASA, karena ia melihat banyak kesaksian-kesaksian produk pertanian dimana banyak petani yang telah berhasil menggunakan produk NASA. Team Liputan NASA tatkala berkunjung ke Probolinggo sempat bertemu dengan Bapak M. Husni untuk mewawancarainya.

Ketika wawancara dengan Team NASA dirinya dulu sangat penasaran dengan produk pertanian NASA itu, sehingga akhirnya ia tertarik untuk mencoba menggunakan produk POC NASA dan Hormonik. Luas lahan yang diujicobakan 0,4 hektar dimana ia tanami padi dengan jenis Memberamo keturunan ke-3 (F3)/varietas lokal. Mengapa ia mencoba dengan varietas lokal, karena dirinya ingin menguji kemampuan produk pertanian NASA. Hal ini memang disengaja tidak menggunakan varietas unggul. Namun begitu, meskipun dengan menggunakan varietas lokal ternyata hasilnya amat berbeda dengan lahan yang tidak menggunakan produk NASA.

Petani PHT ini juga menjelaskan penggunaan pupuk makro yang telah diberikan pada tanaman padinya yakni urea sebanyak 150 kg, dan NPK sebanyak 40 kg. Sedangkan untuk produk NASA, ia telah menghabiskan 2 botol POC NASA dan 2 botol Hormonik. "Aplikasi penggunaan produk sudah 4 kali dengan penyemprotan pada usia tanaman 15 hari, 30 hari, 45 hari dan 60 hari," Ungkapnya gamblang. Selanjutnya dijelaskannya juga dosis yang gunakan ketika padi berumur 15 hari, dimana ia menggunakan POC NASA saja dosis 40 cc dilarutkan kedalam air 1 tangki (14 liter), lalu ia lakukan juga pada umur 30 hari, 45 hari dan 60 hari dimana perlakuannya POC NASA sebanyak 40 cc ditambah Hormonik sebanyak 10 cc yang dilarutkan dalam 1 tangki air (14 liter).

"Dengan perlakuan itu sangat berbeda dengan tanaman padi yang tidak menggunakan produk NASA, saya memprediksikan hasil panen nanti minimal sebanyak 4 ton, padahal yang dulu-dulu biasanya rata-rata hanya 2 ton 4 kwintal saja,"Ujarnya dengan nada bangga. Kemudian ia menambahkan,"Tanaman padi sampai usia 60 hari ini, daunnya selalu hijau hampir tidak pernah kuning, padahal biasanya dengan jarak interval 15 - 20 hari setelah pemupukan biasanya tanaman padi menguning dan kemerahan". Lebih lanjut dirinya juga menerangkan keunggulan setelah menggunakan produk pertanian NASA yakni anakan padi varietas memberamo yang biasanya lebih sedikit dibandingkan IR- 64, jenis lokal ini biasanya jumlah anakan berkisar 20 - 22 anakan, tetapi setelah menggunakan produk pertanian NASA bisa mencapai 35 anakan, bahkan ada yang 50 anakan.

Sebagai petani PHT saya akan berupaya menginformasikan kepada petani manfaat dan keunggulan produk NASA untuk meningkatkan hasil produksinya, karena petani sekarang terus merugi dikarenakan harga padi hasil panen selalu jatuh, dengan hasil produksi yang meningkat tentu akan tertolong," Pesannya sambil mengakhiri wawancaranya dengan Team NASA.


View the original article here

Sejarah singkat pertanian

Domestikasi anjing diduga telah dilakukan bahkan pada saat manusia belum mengenal budidaya (masyarakat berburu dan peramu) dan merupakan kegiatan peternakan yang pertama kali.Kegiatan pertanian (budidaya tanaman dan ternak) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan. Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah "bulan sabit yang subur" di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian (serealia, terutama gandum kuna seperti emmer) dan polong-polongan di daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir di era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian. Pertanian telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda (neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.
Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat (Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut (millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi. Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda.Hewan ternak yang pertama kali didomestikasi adalah kambing/domba (7000 tahun SM) serta babi (6000 tahun SM), bersama-sama dengan domestikasi kucing. Sapi, kuda, kerbau, yak mulai dikembangkan antara 6000 hingga 3000 tahun SM. Unggas mulai dibudidayakan lebih kemudian. Ulat sutera diketahui telah diternakkan 2000 tahun SM. Budidaya ikan air tawar baru dikenal semenjak 2000 tahun yang lalu di daerah Tiongkok dan Jepang. Budidaya ikan laut bahkan baru dikenal manusia pada abad ke-20 ini.Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuna (4000 tahun SM) dan Yunani Kuna (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun.

View the original article here

Vitura

Natural VITURA merupakan produk pengendali hama ulat grayak dari PT. Natural Nusantara.Natural VITURA efektifitas sangat tinggi terhadap ulat grayak ( Spodoptera lexigua ), tidak mengganggu musuh alami lain, mudah menyebar, aman bagi manusia, hewan dan lingkungan, serta mendukung pertanian berkelanjutan.Sasarannya spesifik/khusus Ulat grayak (ulat tentara) Spodoptera litura pada tanaman Cabai, Kedelai, Kacang-kacangan, kubis dan sayuran lainnya, serta tembakau..


Untuk lebih lengkapnya anda bisa membaca di brosure Natural Virexi 

Pertanian Organik

Pertanian Organik

Bookmark and Share
Pertanian Organik berdasarkan beberapa prinsip yang setiap prinsipnya dinyatakan melalui suatu pernyataan disertai dengan penjelasannya. Prinsip-prinsip ini harus digunakan secara menyeluruh dan dibuat sebagai prinsip-prinsip etis yang mengilhami tindakan. Adapun beberapa prinsip diantaranya :

1. Prinsip Kesehatan

    Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah, tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan dan tak terpisahkan.
Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat dipisahkan dari kesehatan ekosistem; tanah yang sehat akan menghasilkan tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia. Kesehatan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem kehidupan. Hal ini tidak saja sekedar bebas dari penyakit, tetapi juga dengan memelihara kesejahteraan fisik, mental, sosial dan ekologi. Ketahanan tubuh, keceriaan dan pembaharuan diri merupakan hal mendasar untuk menuju sehat. 

  Peran pertanian organik baik dalam produksi, pengolahan, distribusi dan konsumsi bertujuan untuk melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme, dari yang terkecil yang berada di dalam tanah hingga manusia. Secara  khusus, pertanian organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan. Mengingat hal tersebut, maka harus dihindari penggunaan pupuk, pestisida, obat-obatan bagi hewan dan bahan aditif makanan yang dapat berefek merugikan kesehatan.

2. Prinsip Ekologi

   Pertanian organik harus didasarkan pada sistem dan siklus ekologi kehidupan. Bekerja, meniru dan berusaha memelihara sistem dan siklus ekologi kehidupan.
   Prinsip ekologi meletakkan pertanian organik dalam sistem ekologi kehidupan. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus; sebagai contoh, tanaman membutuhkan
tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan.
   Budidaya pertanian, peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan siklus dan keseimbangan ekologi di alam. Siklus-siklus ini bersifat universal tetapi pengoperasiannya bersifat spesifik-lokal. Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan kondisi, ekologi, budaya dan skala lokal. Bahan-bahan asupan sebaiknya dikurangi dengan cara dipakai kembali, didaur ulang dan dengan pengelolaan bahan-bahan dan energi secara efisien guna memelihara, meningkatkan kualitas dan melindungi sumber daya alam.
   Pertanian organik dapat mencapai keseimbangan ekologis melalui pola sistem pertanian, membangun habitat,pemeliharaan keragaman genetika dan pertanian. 
    Mereka yang menghasilkan, memproses, memasarkan atau mengkonsumsi produk-produk organik harus melindungi dan memberikan keuntungan bagi lingkungan secara umum, termasuk didalamnya tanah, iklim, habitat, keragaman hayati, udara dan air

3. Prinsip Keadilan

    Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama.
  Keadilan dicirikan dengan kesetaraan, saling menghormati, berkeadilan dan pengelolaan duniasecara bersama, baik antar manusia dan dalam hubungannya dengan makhluk hidup yang lain.
     Prinsip ini menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus membangun hubungan
yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi semua pihak di segala tingkatan; seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur, pedagang dan konsumen. Pertanian organik harus memberikan kualitas hidup yang baik bagi setiap orang yang terlibat, menyumbang bagi kedaulatan pangan dan pengurangan kemiskinan. 
Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan kecukupan dan ketersediaan pangan maupun produk lainnya dengan kualitas yang baik.
   Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin kesejahteraannya. Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.

4. Prinsip Perlindungan

   Pertanian organik harus dikelola secara hati-hati dan bertanggung jawab untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang serta lingkungan hidup.
   Pertanian organik merupakan suatu sistem yang hidup dan dinamis yang menjawab tuntutan dan kondisi yang bersifat internal maupun eksternal. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan kesejahteraannya. Karenanya, teknologi baru dan metode-metode yang sudah ada perlu dikaji dan ditinjau ulang. Maka, harus ada penanganan atas pemahaman ekosistem dan pertanian yang tidak utuh.
  Prinsip ini menyatakan bahwa pencegahan dan tanggung jawab merupakan hal mendasar dalam pengelolaan, pengembangan dan pemilihan teknologi di pertanian organik. Ilmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian organik bersifat menyehatkan, aman dan ramah lingkungan. Tetapi pengetahuan ilmiah saja tidaklah cukup. Seiring waktu, pengalaman praktis yang dipadukan dengan kebijakan dan kearifan tradisional
menjadi solusi tepat. Pertanian organik harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan teknologi tepat guna dan menolak teknologi yang tak dapat diramalkan akibatnya, seperti rekayasa genetika (genetic engineering). Segala keputusan harus mempertimbangkan nilai-nilai dan kebutuhan dari semua aspek yang mungkin dapat terkena dampaknya, melalui proses-proses yang transparan dan partisipatif.

Tuai 10 ton / H di tengah cuaca tidak menentu


CUACA TIDAK MENENTU BUKAN ALASAN UNTUK MENUAI PANEN DENGAN HASIL BERMUTU. DENGAN MENGGUNAKAN PRODUK NASA 10,4 TON GKP (GABAH KERING PANEN) PER HEKTAR BISA DENGAN MUDAH DIHASILKAN MESKI CUACA TIDAK BERSAHABAT. ITULAH YANG DIALAMI TONDO.

Padi varietas Ciherang yang ditanam Tondo menunjukkan peningkatan hasil yang signifikan dibandingkan sebelumnya.
Selama 4 kali menggunakan produk NASA, hasil panennya selalu diatas rata-rata, tentunya 10 ton GKP per hektar bukan hasil yang terlalu “wah”. Jauh berbeda dengan petak petani lain. Rata-rata hasil yang didapat berkisar 7 ton GKP per ha.

Menurut Tondo kunci keberhasilannya adalah pada pemupukan dan pola penanaman. Pupuk diberikan secara berimbang sesuai dengan kebutuhan tanaman. “Waktu pemupukan harus tepat,” kata ketua Kelompok Tani Ngudi Rejeki kecamatan Gamping, Sleman.
Selain menggunakan pupuk makro berimbang, lahan pertanamannya sudah pasti menggunakan produk-produk NASA. SUPERNASA, POWER NUTRITION dan GREENSTAR menjadi andalan pupuk organik lengkap makro dan mikro.
Lahan seluas 3.300 m2 milik Tondo membutuhkan 8 botol SUPERNASA 250 gr, 4 botol POWER NUTRITION 500 gr dan 6 dus GREENSTAR. Dengan dosis pemupukan ini, cukup menyokong pertumbuhan tanaman yang hasilnya dapat meningkatkan panen.

Aplikasi pemupukan ini disesuaikan dengan jadwal yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman. Secara keseluhan pemberian pupuk dilakukan 3 kali, yaitu sebagai pupuk dasar, pada umur 15-20 hari setelah tanam (HST) dan umur 40-50 HST. SUPERNASA diaplikasikan sebagai pupuk dasar (6 botol) dan pemupukan ke-3 (2 botol). GREENSTAR pemupukan ke-2 (2 dus) dan ke-3 (4 dus), sedangkan POWER NUTRITION pada pemupukan ke-3 saja.
Produk lain yang menunjang juga diberikan. Tondo menggunakan GLIO dan PESTONA untuk mengamankan hasil panennya. Masing masing produk tersebut adalah 3 dus untuk GLIO dan 3 botol PESTONA.
Tondo juga menerapkan pola tanam dengan menyisipkan penanaman palawija setiap 2 tahun. Meskipun air irigasi melimpah, ia tidak lantas tergoda untuk menanam padi secara terus menerus.
Menurut petani yang juga penangkar benih ini, sistem penanamannya jejer legowo 6:1. Setiap 6 baris tanaman padi diberi jarak sebelum 6 baris berikutnya. Jarak tanamnya 24 cm yang pada umumnya hanya 22 cm. Sedangkan setiap lubang tanam hanya ditanam 1-2 bibit padi.
System penanaman ini secara kenampakan fisik menunjukan perbedaan dibandingkan penanaman lainnya. “Kalau diamati ada perbedaan, anakannya rata-rata sebanyak 25 batang sedangkan lainnya 22 batang sudah bagus,” kata Tondo.
View the original article here

Pertanian Berkelanjutan

Pertanian Berkelanjutan Suatu Konsep Pemikiran Masa Depan. Apa itu pertanian berkelanjutan? Pertanian berkelanjutan adalah pertanian yang berlanjut untuk saat ini, saat yang akan datang dan selamanya. Artinya pertanian tetap ada dan bermanfaat bagi semuanya dan tidak menimbulkan bencana bagi semuanya.

Jadi dengan kata lain pertanian yang bisa dilaksanakan saat ini, saat yang akan datang dan menjadi warisan yang berharga bagi anak cucu kita.Menurut Gips, suatu sistem pertanian itu bisa disebut berkelanjutan jika memiliki sifat-sifat sbb:Mampertahankan fungsi ekologis, artinya tidak merusak ekologi pertanian itu sendiriBerlanjut secara ekonomis artinya mampu memberikan nilai yang layak bagi pelaksana pertanian itu dan tidak ada pihak yang diekploitasi. Masing-masing pihak mendapatkan hak sesuai dengan partisipasinya
Adil berarti setiap pelaku pelaksanan pertanian mendapatkan hak-haknya tanpa dibatasi dan dibelunggu dan tidak melanggar hal yang lainManusiawi artinya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, dimana harkat dan martabat manusia dijunjung tinggi termasuk budaya yang telah adaLuwes yang berarri mampu menyesuaikan dengan situasi dan kondisi saat ini, dengan demikian pertanian berkelanjutan tidak statis tetapi dinamis bisa mengakomodir keinginan konsumen maupun produsen.
Mengapa harus berkelanjutan?Apa bisa berlanjut ? merupakan pertanyaan mendasar dan apakah itu mungkin? Jawabannya adalah mungkin asalka semua yang berkait dengan pertanian itu sadar dan melaksanakan prinsip-prinsip pertanian yang berkelanjutan. Salah satu alasan mengapa harus berlanjut adalah pengalaman selama ini dimana input tinggi telah menyebabkan degradasi lahan secara nyata. Sebagai contoh penggunaan pestisida yang berlebihan menyebabkan resurgensi, resistensi dan munculnya hama penyakit sekunder.Penggunaan pupuk yang berlebihan malah menyebabkan pertemubuhan vegetatif yang tak diinginkan dan di daerah hilir menyebabkan eutrifikasi (suburnya perairan akibat akumulai hara oleh aliran air). Lahan sebagai penopang utama telah rusak, maka akan sangat mahal biaya yang harus dikeluarkan dan dimasa yang akan datang anak cucu hanya ditinggali barang sisa kurang bermutu. Pada hal harapakn kita semua generasi yang akan datang harus lebih baik daripada generasi saat ini.Langkah apa yang bisa dilaksanakan?Langkah yang bisa ditempuh adalah pertama meningkatkan kesadaran pertanian berkelanjutan. Kedua setiap pihak yang berkait dengan pertanian melaksanakan prinsip-prinsip pertanian berkelanjutan. Ketiga dukungan konsumen yang tidak mengkonsumsi produk pertanian yang tidak ramah lingkungan.Langkah operasional yang bisa dilaksanakan adalah : melaksanakan pengolahan tanam minimal, sebanyak mungkin menggunakan pupuk organik, melaksanakan pengendalian hama penyakit dengan bahan yang ramah lingkungan.Memang hal ini masih menjadi hal yang utopis, tapi sesuai dengan nasehat ulama besar AA Gym agar mulai dari yang terkecil,mulai sekarang juga dan mulai dari diri sendiri. Itu memerlukan waktu yang panjang. Marilah kia wujudkan pertanian berkelanjutan sesuai dengan tupokasi lembaga masing-masing. Muara dari semua upaya itu adalah meningkatkan kesejahteraan kita semua tanpa kecuali. Semoga

View the original article here

Natural Glio

Natural GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara. Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah. Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

View the original article here

Pertanian Organik di Jepang

Jepang dikenal sebagai negara paling maju di Asia. Namun tahukah anda, bahwa pertanian disana ternyata masih kuat nuansa ‘tradisional’nya?  Bagaimana itu? Mari kita simak selengkapnya!Begitu kita berada di luar Tokyo, terjadilah anomali. Ini terjadi karena ternyata Negeri matahari terbit ini juga merupakan negeri para petani lokal/kecil. Di Fukuoka, kota terbesar nomor tujuh di Jepang, ladang padi yang damai terselip diantara rumah dan candi, dalam bayang-bayang pencakar langit yang hanya berjarak 10 mil.Di iklim yang sangat kondusif ini, pertanian keluarga menanam buat dan sayuran dalam siklus tahunan, untuk memproduksi bahan pangan bagi kota berpenduduk 1,3 juta ini. Di daerah suburban, dimana pertanian lokal jauh lebih banyak, konsumen sering mendapatkan sayuran yang baru dipetik tadi pagi untuk makan malam. Di supermarket pada jantung kota Fukuoka, adalah umum untuk mendapatkan sayuran yang dipanen sehari sebelumnya.
Jika anda menggigit tomat atau stroberi disini, maka efek dari kesegarannya akan segera terasa. Mereka sangat penuh cita rasa, sehingga tidak perlu dipersiapkan lebih lanjut lagi. Bahkan anak-anak menyukai sayuran, termasuk juga yang dianggap tidak enak seperti bayam atau kacang-kacangan.Jepang memiliki istilah untuk hasrat terhadap makanan lokal dan segar: chisan, chishou, yang berarti, ‘produksi lokal, dan konsumsi lokal’.Preservasi chisan-chisou pada salah satu negara yang paling terurbanisasi di dunia merupakan teladan yang baik, bahwa di negara lain yang terurbanisasi hal ini juga dapat diterapkan.Dengan perkecualian Hokkaido, pulau Jepang yang paling utara dan paling rural, sebagian besar pertanian di Jepang adalah operasi skala kecil yang dijalankan oleh beberapa anggota keluarga. Hasilnya tidak hanya pada kesegaran makanan lokal, namun juga dedikasi untuk terhadap produk. Anggur dan peach, diantara buah lain, mereka lindungi dengan pelindung, sewaktu masih tumbuh, untuk melindungi mereka dari serangga dan gangguan lain. Tanah pun dipetakkan dengan baik, sehingga sayuran akan tumbuh dari dalam beberapa kaki. Dengan bantuan dari rumah kaca, hal ini membantu pasokan tanaman dari musim semi, panas, gugur, dan dingin. Sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh tangan. Petani Jepang memproduksi semangka kotak, dari trik bonsai dengan membentuk semangka menjadi kubus sewaktu ia tumbuh, sehingga ia dapat dimasukkan kedalam kulkas. Ini menunjukkan dedikasi mereka terhadap pertanian.Dalam era modern ini, generasi muda sudah mulai tidak tertarik atau mengapresiasi pertanian chisan chishou. Namun, pemerintah Jepang tidak tinggal diam. Mereka memberikan insentif-insentif, untuk mengakselerasi pertanian lokal. Di 20 tahun terakhir ini, pemerintah telah memfasilitasi pertanian lokal untuk memasuki pasar. Menjual tanah pertanian kepada kepentingan komersial, akan dipajaki sangat tinggi oleh pemerintah, sementara memberikan tanah tersebut ke anak untuk pertanian hanya dipajaki sangat minim. Pusat pertanian juga mengundang anak-anak sekolah untuk menanam dan memanen, untuk meningkatkan minat mereka. Pertanian kadang menjadi bagian dari kurikulum sekolah.Minoru Yoshino dari Pusat Penelitian Pertanian Fukuoka menjabarkan peran pemerintah pada chisan-chishou dalam tiga hal. Makanan lokal yang segar adalah lebih sehat, dan rasa yang nikmat akan meningkatkan konsumsi sayuran. Sementara, pertanian lokal adalah lebih baik bagi kelestarian lingkungan, karena hanya memerlukan air dan pestisida lebih sedikit.

View the original article here

Produksi Jeruk meningkat dari 2,5 ton menjadi 3,5 ton setelah menggunakan Produk Nasa



Subandrio (Petani Jeruk) Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah


Hamparan tanaman jeruk milik Bapak Subandrio menyejukkan mata bagi siapa saja yang memandangnya. Tampak buah jeruk yang besar-besar terlihat segar dan membuat hari senang untuk segera memetiknya. Ya ? itulah sekelumit gambaran lahan jeruk milik Bapak Subandrio yang telah menggunakan produk-produk pertanian NASA. Saat team NASA menyambanginya ia tersenyum bahagia dan menyambut team NASA dengan gembira. Dirinya mempersilahkan team NASA untuk melihat sendiri tanaman jeruknya.


?Luas lahan yang saya tanami jeruk ini sekitar 2000 m2 (125 ubin) dengan jumlah tanaman jeruk 350 batang dan umur jeruk sampai saat ini kira-kira 3 tahun,?Ungkapnya. Ia juga menjelaskan beberapa produk NASA yang telah digunakannya diantaranya POC NASA, Hormonik, Super NASA, Power Nutrition dan PESTONA. Cara aplikasi, masih menurutnya, yaitu Super NASA 4 sendok makan ditambah Power Nutrition juga 4 sendok makan ditambah dengan NPK 1 Kg yang semuanya dicampur dalam 1 ember air, kemudian campuran tersebut diaplikasikan 2 gelas per pohon dengan interval 6 bulan sekali. Perlakuan ini ia lakukan baru 1 kali. ?Sedangkan untuk aplikasi berikutnya POC NASA 4 tutup botol ditambah Hormonik 1 tutup botol ditambah PESTONA 2 tutup botol dilarutkan dalam tangki air 15 liter disemprotkan merata tiap seminggu sekali,?Jelasnya lebih lanjut.


Menurut dirinya, banyak manfaat setelah menggunakan produk NASA karena pertumbuhan tanaman jauh lebih baik dari sebelum ia menggunakan produk NASA, apalagi jika dibandingkan dengan tanaman jeruk milik tetangga, tanaman saya pertumbuhannya jauh lebih baik, akunya. ?Setelah menggunakan produk NASA, daun-daun lebih baik dan besar, dalam jangka waktu 1 bulan saja bunga sudah pada keluar, bunga juga tidak rontok artinya jadi semua,?Ucapnya girang. Selain itu ia juga mengemukakan keuntungan yang lain seperti buahnya banyak dan merata, daun subur, pertumbuhan tanaman lebih sehat serta rasanya jadi lebih manis. Sedangkan tanaman yang tidak menggunakan produk NASA batangnya lebih kecil, buahnya juga jarang, ukuran buahnyapun lebih kecil serta daun kuning dan pertumbuhan tanamannya kurang subur.


?Perkiraan hasil panen (pemetikan) nanti sekitar 3,5 Ton, padahal biasanya hanya mendapatkan berkisar antara 2-2,5 ton. Jadi ada selisih tambahan 1 ton setelah menggunakan produk NASA ini,?Ujarnya bangga. Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa harga jeruk Rp. 4000/Kg, jadi kalau dihitung maka ada peningkatan hasil produksi jeruk 1 Ton x Rp. 4000 = Rp. 4.000.000,- Luar Biasa ?..!!!!.


Selain itu ia juga menerangkan mengenai penggunaan pupuk makro NPK setelah menggunakan produk NASA menjadi lebih irit dengan adanya pengurangan 50 ? 70%. Dulu biasanya menggunakan 2 kwintal sekarang minimal 1 kwintal, jika harga 1 Kg NPK adalah Rp. 525,- maka ada penghematan 100 Kg (1kwintal) x Rp.525 = Rp. 525.000,- sedangkan biaya pembelian produk NASA hanya sekitar Rp. 200.000 saja. Jadi sangat menguntungkan dan tentunya juga Irit bukan ..!!


Saat team NASA melakukan wawancara dan perbincangannya dengan Bapak Subandrio di lahan jeruk tersebut juga nampak beberapa tetangga lahan jeruk yang ikut menyaksikan disertai dengan rasa terkagumg-kagum. Mereka selalu ingin bertanya pada Subandrio, pakai apa kok tanaman jeruknya bisa tumbuh bagus dan buahnya besar-besar. Bapak Subandrio hanya tersenyum sambil menjawab kepada mereka bahwa dirinya menggunakan produk-produk pertanian NASA sambil menunjukkan beberapa produk NASA yang telah dipakainya.


Yang lebih menggembirakan lagi, disitu juga hadir salah seorang pengepul yang sudah biasa mengambil hasil panen (petik) jeruk di daerah sekitar Jrakah. Bapak Yusuf, biasanya ia dipanggil, sampai terkagum-kagum dengan tanaman milik Bapak Subandrio. Bahkan ia berani memastikan petik (panen) jeruk yang ada dilahan seluas 2000 m2 itu akan menghasilkan paling sedikit 5 ton. Padahal Bapak Subandrio sendiri hanya berani memperkirakan 3,5 ton saja. LUAR BIASA ....!!!. Jadi terbukti sudah bahwa produk-produk NASA memang sangat bagus digunakan terutama untuk tanaman jeruk, karena halm ini telah diakui oleh tetangga lahan Subandrio yang rata-rata mereka adalah para petani jeruk, bahkan pengepul jeruk pun mengakuinya.


Oleh karena diakhir perbincangannya dengan team NASA, Bapak Subandrio berpesan kepada seluruh petani jeruk khususnya dimana saja, agar selalu menggunakan produk NASA karena ia sudah merasakan sendiri peningkatan hasilnya dan selain itu tenah pertaniannya pun semakin subur. NASA memang OKE ?!!!

View the original article here

Teknis Budidaya Tanaman Kubis

Sampai saat ini, tingkat produksi tanaman kubis baik secara kuantitas maupun kualitas masih tergolong rendah. Hal ini disebabkan antara lain karena tanah sudah miskin unsur hara, pemupukan yang tidak berimbang, organisme pengganggu tanaman, cuaca dan iklim.  Untuk itu, PT. Natural Nusantara sebagai perusahaan yang peduli terhadap permasalahan pertanian dan kelestarian lingkungan berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara kuantitas dan kualitas serta memelihara kelestarian lingkungan (3 - K). Sehingga petani mampu bersaing di era pasar bebas.@ Tanaman dapat ditanam sepanjang tahun@ Tumbuh dan berproduksi dengan baik pada ketinggian 800 m d.pl. ke atas, curah hujan hujan cukup dan temperatur udara 15o  -  20o C.@ Jenis tanah yang dikehendaki gembur, bertekstur ringan atau sarang serta pH 6 - 6,5.
@ Bersihkan gulma dan sisa-sisa tanaman untuk menekan serangan penyakit terbawa tanah seperti akar bengkak, busuk lunak, rebah semai, dll. dengan cara dicabut dan dikumpulkan lalu dibakar atau bisa dijadikan kompos @ Jangan menanam tanaman kubis-kubisan secara terus menerus dan lakukan pergiliran tanaman@ Gunakan pupuk organik (SUPER NASA), khususnya di musim kemarau untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air@ Lahan dicangkul dan dibajak sedalam 20-30 cm   @ Berikan Dolomit atau CAPTAN kira-kira 2 ton/ha jika pH < 5,5 dengan cara tanah dan kapur diaduk rata dan dibiarkan 2 minggu                @ Siramkan pupuk SUPER NASA yang telah dicampur air secara merata di atas bedengan dengan dosis ± 1 botol/1000 m² dengan cara  :                                Alternatif 1 : 1 botol SUPERNASA  diencerkan dalam 3 liter air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 50 lt air diberi 200 cc larutan induk tadi untuk menyiram bedengan.                  Alternatif 2 : setiap 1 gembor volume 10 lt diberi 1 peres sendok makan SUPERNASA untuk menyiram 5 - 10 meter bedengan. @ Jika tersedia pupuk kandang dapat diberikan  kira-kira 0,25  -  0,5 kg per lubang tanam              @ Media persemaian terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang (kompos) halus dengan perbandingan 1:1 dan ditambah 100 gr (1 sachet) Natural GLIO untuk 25 kg pupuk kandang     @ Benih direndam dalam air hangat + POC NASA  dosis 2 cc/lt air selama 0,5 - 1 jam lalu diangin-anginkan             @ Sebarkan benih secara merata dan teratur lalu ditutup daun pisang selama 3-4 hari     @ Semprotkan POC NASA seminggu sekali dengan dosis 3 tutup/tangki               @ Lakukan penyiraman setiap hari dengan gembor   @ Persemaian dibuka setiap pagi sampai jam 10.00 dan sore mulai pukul 15.00                @ Amati bibit kubis yang terserang penyakit tepung berbulu (Peronospora parasitica) atau ulat daun pada daun pertama, dipetik dan dibuang daun yang terserangJarak tanam jarang 70 x 50 cm atau jarak tanam rapat 60 x 50 cmBibit yang telah berumur 3 - 4 minggu memiliki 4 - 5 daun siap ditanamPupuk dasar diberikan sehari sebelum tanam dengan dosis 250 kg/ha TSP, 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl.Pupuk dasar dicampur secara merata lalu diberikan pada lubang tanam yang telah diberi pupuk kandang, kemudian ditutup kembali dengan tanah.@ Buat lubang tanam dengan tugal sesuai jarak tanam@ Pilih bibit yang segar dan sehat@ Tanam bibit pada lubang tanam@ Bila bibit disemai pada bumbung daun pisang langsung ditanam bersama bumbungnya@ Bila bibit disemai pada polybag plastik, keuarkan bibit dari polibag lalu baru ditanam@ Bila disemai dalam bedengan ambil bibit beserta tanahnya sekitar 2-3 cm dari batang sedalam 5 cm dengan solet (sistem putaran)@ Setelah ditanam, siram bibit dengan air sampai basah@ Kubis dapat ditumpangsarikan dengan tomat dengan cara tanam : 2 baris kubis  1 baris tomat. Tomat ditanam 3 atau 4 minggu sebelum kubisE. FASE PRA PEMBENTUKAN KROP (0 - 49 HARI ) @ Penyiraman dilakukan tiap hari pada pagi atau sore hari@ Pemupukan susulan dilakukan pada umur 28 hari dengan dosis 50 kg/ha Urea, 175 kg/ha ZA dan 100 kg/ha KCl@ Penyemprotan POC NASA 3 - 4 tutup/tangki ditambah HORMONIK 1-2 tutup/tangki dilakukan setiap 1  minggu sekali.@ Penyiangan (penggemburan dan pembubunan tanah) dilakukan pada umur 2 dan 4 minggu@ Perempelan cabang atau tunas-tunas samping dilakukan seawal mungkin supaya pembentukan bunga optimal@ Hama yang menyerang pada fase ini antara lain Ulat tanah (Agrotis ipsilon Hufn.), Ulat daun kubis (Plutella xylostella L.), Ulat krop kubis (Crocidolomia binotalis Zell.), Ulat krop bergaris (Hellula undalis F.)@ Lakukan pengamatan tiap minggu sekali terhadap hama-hama tersebut mulai kubis umur 13 hari. Populasi tertinggi terjadi pada awal musim kemarau@ Cara pengendalian; kumpulkan dan musnah secara mekanik, sanitasi lingkungan.@ Tanaman muda yang mati karena penyakit rebah kecambah (Rhizoctonia solani Kuhn.) dicabut, kemudian disulam dengan tanaman baru yang sehat, tambahkan Natural GLIO pada lubang tanam.F. FASE PEMBENTUKAN CROP ( 50 - 90 HARI )@ Penyiangan secara manual dengan tangan perlu dilakukan sampai kira-kira satu minggu sebelum panen@ Lakukan pengamatan lebih intensif terhadap hama yang merusak berat pada fase ini yaitu; Ulat Daun Kubis (P. xylostella) dan Ulat krop kubis (C. binotalis), biasanya Pebruari  Maret@ Serangan hama menjelang panen tidak perlu dikendalikan (secara kimia)@ Kubis dipanen setelah berumur 81- 105 hari@ Ciri-ciri kubis siap panen bila tepi daun krop terluar pada bagian atas krop sudah melengkung ke luar dan berwarna agak ungu, krop bagian dalam sudah padat.@ Pada saat panen diikursertakan dua helai daun hijau untuk melindungi krop@ Jangan sampai terjadi memar atau luka@ Amati penyakit Busuk Lunak (Erwinia carotovora) dan Busuk Hitam (Xanthomonas camprestris)@ Daun-daun kubis yang terinfeksi harus dibuang.

View the original article here

Super Nasa 3 Kg

Baru......
Sekarang PT. Natural Nusantara Mengeluarkan Produk-Produk Paket Besar Seperti :1. Super Nasa 3 Kg Rp. 474.000
2. Power Nutrition Besar ukuran 3 Kg Rp. 624.0003. POC Nasa Besar Ukuran 3 liter Rp. 174.0004. Hormonik Besar ukuran 500 cc Rp. 122.500

View the original article here

Tanya Jawab Bidang Peternakan

Tanya Jawab DiBidang Peternakan1. Bagaimana Mekanisme kerja Viterna dalam menunjang pertumbuan dan produktifitas ternak?Viterna adalah suplemen nutrisi murni yang siap diserap oleh dinding usus halus sehingga tidak diperlukan lagi proses pencernaan terhadap Viterna. Setelah Viterna diserap oleh dinding usus halus akan mengalami metabolisme yang normal seperti nutrisi yang diperoleh dari pakan. Penambahan Viterna ke dalam ransum bearti menambah kuantitas dan kualitas pakan yang diberikan.

2.Untuk ayam pedaging berapa dosis dan cara pemberiannya?Cara pemberian melalui air minum dengan dosis 1-2cc/liter air minum(diberikan dari DOC masuk hingga panen).3.Bagaimana aplikasi pemberian Viterna pada ayam petelur(layer), apakah tidak berpengaruh negatif terhadap produksi telur karena jika terjadi kegemukkan produksi turun?Viterna merupakan produk yang diformulasikan untuk memacu pembentukan protein tubuh, jadi lebih spesifik untuk ternak yang menghasilkan produksi daging, namun demikian juga dapat bermanfaat untuk ayam petelur, hanya apliasinya harus tepat. untuk ayam petelur yang sudah produksi, dosisnya hanya 1cc/liter air minum/3-5hari sekali. hal itu untuk menghindari terjadinya obesitas atau kegemukkan ayam yang dapat menurunkan produksi. untuk masa pembesaran hingga menjelang masa produksi dosis dan aplikasinya dapat disamakan dengan ayam pedaging.4. Apa manfaat Viterna pada sapi potong?Beberapa pengaruh positif pemberian Viterna dalam ransum sapi Potong adalah:Peningkatan nafsu makan sapi hal ini disebabkan terjadinya peningkatan aktifitas enzim-enzim penrencanaannya,peningkatan pembentukan daging sehingga pertambahan badan perhari (ADG=average Daily Gain) menjadi meningkat terutama pada sapi dengan ransum yang kekurangan nutrisi berkualitas(misalnya hanya diberi jerami padi dan rumput liar). pengurangan pembentukan lemak tubuh baik lemak daging(marbeling) maupun lemak yang disimpan di jaringan dan dibawah kulit (gajih) dan daya tubuh meningkat karena kelengkapan nutrisi yang dikonsumsi.5. Bagaimana manfaat VITERNA pada ternak ayam pedaging atau Broiler?Manfaat yang diperoleh adalah mempercepat pertumbuhan ayam sehingga masa panen lebih cepat, menurunkan angka FCR sehingga menurunkan proposi biaya pakan, meningkatkan daya tahan tubuh ayam, peningkatan kualitas daging dalam hal penigkatan kadar protein, penurunan kadar lemak dan kolesterol serta rasa yang lebih enak, kotoran lebih kering dan bau berkurang sehingga menurunkan populasi lalat.6. Bagaimana pengaruh VITERNA terhadap kualitas daging, parameter apa yang digunakan?VITERNA dapat menigkatkan produktivitas ternak baik secara kuantitas dan kualitas. Secara kuantitas ditandai dengan pertumbuhan ternak yang lebih cepat sehingga masa panen dapat dipersingkat. Secara kualitas diukur dari kadar protein dan kolesterol daging serta rasanya. Hasil analisa laboratorium dari percobaan di lapangan menunjukkan bahwa:kadar protein : 20,78 % dan kadar kolesterol 206,78 mg/100 grkadar protein : 22,37 % dan kadar kolesterol 193 mg/100grSehingga dapat disimpulkan daging dengan VITERNA lebih baik dan sehat dari pada yang tidak menggunakan VITERNA disamping itu dengan kadar protein yang lebih tinggi maka secara fisik tekstur daging lebih padat dan rasanya lebih enak hampir menyerupai rasa daging ayam jawa atau kampung.7. Apakah yang disebut dengan FCR dan Bagaimana pengaruh pemberian VITERNA FCR tersebut?FCR adalah singkatan dari Feed Convertion Ratio merupakan satuan untuk menghitung efisiensi pakan pada budidaya pembersaran atau penggemukan.Rumus menghitungnya adalah : FCR = Jumlah pakan : Bobot hidup totalSemakin kecil angka FCR maka semakin baik pakan yang diberikan. FCR juga dapat digunakan untuk memprediksi besarnya keuntungan atau kerugian karena biaya pakan mempunyai proposi terbesar dalam struktur pembiayaan budidaya, yaitu bisa mencapai 80%

View the original article here

Kerontokan Buah & Bunga Sangat Kecil


Pertumbuhan tanaman yang subur dan sehat merupakan harapan Bp. Sukemi yang telah lama berkecimpung dalam hal bertanam cabai. Awalnya ia hanya sekedar mencoba produk pertanian PT. NASA seperti POC NASA dan Hormonik. Bp. Sukemi mulai menggunakan POC NASA dan Hormonik ketika tanamannya menginjak usia 15 hari dan dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan pertama yang terdiri dari ZA, KCl dan TSP. Pemberian POC NASA dan Hormonik dilakukan dengan cara disemprotkan pada tanaman. Dosis yang diberikan : POC NASA 40 cc + Hormonik 10 cc dicampur dengan air 14 liter. Perlakuan yang sama dilakukan pada usia tanaman 30 hari, 45 hari, 60 hari sampai dengan sekarang menginjak umur 70 hari, dengan ketinggian tanaman mencapai 1,5 meter - 2 meter.

Menurut pengakuannya, ia sangat senang melihat tanaman cabainya tumbuh dengan sehat dan subur. Pertumbuhan tanaman yang cepat, daun yang hijau segar, buah dan bakal bunga yang semakin hari semakin banyak dan lebat, dan yang paling menggembirakan dirinya adalah persentase daya rontoknya kecil sekali pada buah dan bunganya. Padahal diakuinya, dulu sebelum menggunakan produk pertanian PT. NASA persentase rontoknya buah dan bunga mencapai 25% hingga 30%, selain itu juga tanaman tidak begitu sehat dan subur. ?Produk Pertanian PT. NASA memang terbukti mampu menyuburkan dan memberi efek positif pada tanaman cabai?, ujarnya mengakhiri.


View the original article here

Menembus Batas Produksi Padi Dengan Organik NASA dengan System SRI (System Of Rice Intensification)

Oleh : Oleh : Ir. Agus Budi Setyono


Pola SRI adalah teknik budidaya padi yang mampu meningkatkan produktifitas padi dengan cara mengubah pengelolaan tanaman, tanah, air dan unsur haraterbukti telah berhasil meningkatkan produktifitas padi sebesar 50% , bahkan di beberapa tempat mencapai lebih dari 100%.
Metode ini pertama kali ditemukan secara tidak disengaja di Madagaskar antara tahun 1983 -84 oleh Fr. Henri de Laulanie, SJ, asal Prancis. Metodologi ini selanjutnya dalam bahasa Inggris populer dengan nama System of Rice Intensification disingkat SRI.Hasil metode SRI sangat memuaskan. Di Madagaskar, pada beberapa tanah tak subur yang produksi normalnya 2 ton/ha, petani yang menggunakan SRI memperoleh hasil panen lebih dari 8 ton/ha, beberapa petani memperoleh 10 – 15 ton/ha, bahkan ada yang mencapai 20 ton/ha. Metode SRI minimal menghasilkan panen dua kali lipat dibandingkan metode yang biasa dipakai petani. Hanya saja diperlukan pikiran yang terbuka untuk menerima metode baru dan kemauan untuk bereksperimen.Lima dasar  praktis dari pola SRI adalah :


1. menggunakan bibit muda
2. jarak tanam yang lebar dengan bibit tunggal
3. mempertahankan tanah basah tapi tidak menggenang
4. mempertinggi soil organik
5. sirkulasi dalam tanah terjaga semaksimal mungkin

Teknis Budidaya Padi Organik NASA Metode SRI sbb:

1. Pengolahan Tanah            


Mula-mula tanah dibajak menggunakan traktor atau tenaga sapi atau kerbau. Selanjutnya tanah digaru sambil disebari Dolomit 250 - 500 kg dan pupuk organik SUPERNASA  5 – 10 kg per ha.Pada saat menggaru dan meratakan tanah, usahakan agar air tidak mengalir di dalam sawah supaya unsur hara yang ada di tanah tidak hanyut. Setelah tanah diratakan,buatlah parit di bagian pinggir dan tengah tiap petakan sawah untuk memudahkan pengaturan air.Kebutuhan benih untuk tanaman padi model SRI adalah 5-7 kg per hektar lahan.Benih sebelum disemai diuji dalam larutan air garam. Larutan air garam yang cukup untuk menguji benih adalah larutan yang apabila dimasukkan telur, maka telur akan terapung.Benih yang baik untuk dijadikan benih adalah benih yang tenggelam dalam larutan tersebut. Kemudian benih telah diuji direndam POC NASA dosis 2 tutup / 10 liter air selama 24 jam kemudian ditiriskan dan diperam 2 hari, kemudian disemaikan pada media tanah dan pupuk organik atau kompos (1:1) didalam wadah segi empat ukuran 20 x 20 cm selama 7 hari. Setelah umur 7-10 hari benih padi sudah siap ditanam.Bibit siap dipindahkan ke lahan setelah mencapai umur 7 - 10 hari setelah semai. Kondisi air pada saat tanam adalah “macak-macak” (Jawa.) atau kondisi tanah yang basah tetapi bukan tergenang. Pada metode SRI digunakan sistem tanam tunggal, yaitu satu lubang tanam diisi satu bibit padi. Selain itu, bibit ditanam dangkal, yaitu pada kedalaman 2—3 cm dengan bentuk perakaran horizontal (seperti huruf L).Jarak tanam yang digunakan dalam metode SRI adalah jarak tanam lebar, misalnya 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm. Semakin lebar jarak tanam, semakin meningkat jumlah anakan produktif yang dihasilkan oleh tanaman padi. Penyebabnya, sinar matahari bisa mengenai seluruh bagian tanaman dengan lebih baik sehingga proses fotosintesis dan pertumbuhan tanaman terjadi dengan lebih optimal. Jarak tanam yang lebar ini juga memungkinkan tanaman untuk menyerap nutrisi, oksigen dan sinar matahari secara maksimal.Pemupukan susulan dilakukan umur 15-20 hari setelah tanam dengan UREA = 100 kg dan NPK = 100 kg, umur 40-50 hari setelah tanam ZA = 50 kg dan NPK = 100 kg ditambah  POWER NUTRITION  sebanyak 2,5 – 5 kg per ha. Penyemprotan POC NASAdan HORMONIK dilakukan pada umur 15, 30 dan 40-45 hari setelah tanam dengan dosis 4-6 tutup POC NASA + 1-2 tutup HORMONIK atau dengan 1 sachet GREENSTAR per tangki ukuran 14-17 liter.5. Pengelolaan Air dan PenyianganProses pengelolaan air dan penyiangan dalam metode SRI dilakukan sebagai berikut :
Ketika padi mencapai umur 1-8 hari sesudah tanam (HST), keadaan air di lahan adalah “macak-macak”.Sesudah padi mencapai umur 9-10 HST air kembali digenangkan dengan ketinggian 2-3 cm selama 1 malam saja. Ini dilakukan untuk memudahkan penyiangan tahap pertama.Setelah selesai disiangi, sawah kembali dikeringkan sampai padi mencapai umur 18 HST.Umur 19-20 HST sawah kembali digenangi untuk memudahkan penyiangan tahap kedua.Selanjutnya setelah padi berbunga, sawah diairi kembali setinggi 1-2 cm dan kondisi ini dipertahankan sampai padi “masak susu” (± 15-20 hari sebelum panen).Kemudian sawah kembali dikeringkan sampai saat panen tiba.
6. Pengendalian Hama dan Penyakit TanamanPengendalian hama dilakukan dengan sistem PHT ( Pengelolaan Hama Terpadu ). Dengan sistem ini, petani diajak untuk bisa mengelola unsur-unsur dalam agroekosistem (seperti matahari, tanaman, mikroorganisme, air, oksigen, dan musuh alami) sebagai alat pengendali hama dan penyakit tanaman. Cara yang dilakukan petani misalnya dengan pestisida organik berupa ramuan yang diolah dari bahan-bahan alami dan musuh alami yang berasal dari jamur dan virus untuk menghalau hama, seperti wereng, penggerek batang, walang sangit, keong mas dan burung. Untuk mencegah hama tersebut semprotkan PESTONA dan BVR secara selang seling tiap 1-2 minggu sekali.Untuk pengendalian gulma, metode SRI mengandalkan tenaga manusia dan sama sekali tidak memakai herbisida. Biasanya digunakan alat bantu yang disebut “sosrok”. .Ini adalah semacam garu yang berfungsi sebagai alat pencabut gulma. Dengan alat ini, gulma yang sudah tercabut sekaligus akan dibenamkan ke dalam tanah untuk menambah bahan organik tanah. Perlu diingat, bahwa dalam aplikasi metode SRI, gulma yang tumbuh akan relatif banyak karena sawah tidak selalu ada dalam kondisi tergenang air.METODE SRI menguntungkan PETANI, karena :
meningkatkan produksi lebih dari 50 %bibit berkurang 80-90%air irigasi bekurang 25-50%pupuk kimia dikurangi atau bisa ditiadakanberas yang dihasilkan lebih tinggi dan eunak tenan.

View the original article here

Tanya Jawab Bidang Perikanan

Tanya Jawab DiBidang Perikanan1.Bagaimana TON dapat Membebaskan Racun sisa Budidaya?Kandungan asam organik pada ton mempunyai kemampuan untuk mengikat berbagai senyawa berbahaya (H,S dan amoniak) menjadi senyawa yang tidak berbahaya dan membebaskanya melalui penguapan keudara. sehingga pemakaian pada saat interval buidaya sangat baik dilakukan.

2.Mengapa Ton dapat menyuburkan plangkton?Karena ton mengandung unsur-unsur penting seperti: N,P,K,Ca,S,Mg,CL dan lain-lain yang dibutuhkan phytoplangkton(tumbuhan) untuk tumbuh dan berkembang, sebagai produsen tingkat pertama dalam rantai makanan di perairan jika phytoplangkton dapat berkembang dengan baik, maka zooplangkton juga mempunyai sumbe makanan sehingga dapat tumbuh dan berkembang. kedua jenis plangkton tersebut pada akhirnya akan menjadi pakan alami bagi ikan atau udang.3.Apakah yang dimaksud dengan logam berat itu, bagaimana TON dapat mengatasi dilahan budidaya?Logam berat adalah logam-logam yang terlarut dan masuk keperairan budidaya dari limbah pabrik dan rumha tangga. Jenis logam berat tersebut diantanya timbal (Pb), Seng (Zn), Merkuri (Hg), Nikel (Ni), dll. Dalam keadaan terlarut logam-logam tersebut berbahaya bagi kehidupan udang atau ikan. TON dapat mengikat logam berat karena mengandung asam humat yang bersifat khelat. Oleh asam humat, logam berat diikat menjadi senyawa asam humat-logam berat yang mengendap, yang tidak berbahaya.

View the original article here

Oolong Tea

Teh dikenal sejak ribuan tahun lalu. Budaya minum teh dilakukan oleh masyarakat dari berbagai belahan duniaDi Inggris, anggota KerajaanInggris memiliki kebiasaan minum secangkir teh setiap sore. Di belahandunia lainnya kebiasaan minum teh juga dilakukan. Masyarakatmembudayakan minum teh, selain digunakan untuk minuman ringan, juga dimanfaatkan sebagai terapi kesehatan.Dari beragam khasiat teh inilah, PT. Natural Nusantara (NASA) memperkenalkan produk unggulan baru berupa teh Oolong (Oolong tea). Teh Oolong merupakan minuman favorit di Cina dan India karena memiliki manfaat dan khasiat yang luar biasa. Teh Oolong antara lain :Untuk menjaga kesehatan jantungSebagai anti mikroba dan anti bakteriMencegah penyakit kankerMencegah aterosklerosisMencegah penyakit Alzheimer dan strokeMelancarkan sekresi dan air seniMencegah oksidasi dan osteoporosisMencegah penyakit diabetesMencegah penyakit ginjalMeningkatkan kekebalan tubuhMenurunkan kolesterolMencegah penyakit ParkinsonMencegah karies gigi

View the original article here